Hukum Karma

Posted on

1. Pilihan adalah ilusi sebab akibat. Bahwa semua yang terjadi adalah sebagai akibat dari sebab dan penyebab itu sendiri adalah sumber dari akibat. Ini adalah hokum dari kesinambungan individu dan fenomena.

2. Orang suci, dewa, atau siapapun tidak dapat mencampuri karma seseorang, mereka hanya mampu menunjukkan jalan. Tidak ada seorangpun dapat menyangkalnya melalui doa, perayaan, pemujaan, ataupun pertapaan.

3. karma adalah mutlak menjadi tanggung jawab individu. Seseorang secara mutlak tidak dipengaruhi apapun, secara keseluruhan tergantung diri sendiri. Seseorang bertanggung jawab atas kebahagiaan dan penderitaannya sendiri.

4. Seseorang tidak dapat disebut berbuat kebajikan karna dia merugikan makhluk hidup. Seseorang disebut berbuat kebajikan kaerna tidak merugikan siapapun, bahwa dia mempunyai cinta kasih kepada semua makhluk hidup.

5. Dalam buddhisme melatih karma tidak ditujukan untuk menaklukan orang lain maupun ribuan pertempuran tetapi dimaksudkan untuk menaklukan diri sendiri.

6. Semua makhluk memiliki karmanya sendiri, mewarisi karmanya sendiri, lahir, berhubungan, dan terlindung oleh karmanya sendiri. Demikianlah Buddha bersabda: “ jangan berbuat jahat, perbanyak kebajikan, sucikan hati dan fikiran, itulah ajaran semua Buddha”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s