Hukum Alam

Posted on

 

Bencana alam kerap melanda, tsunami, gempa bumi, tanah longsor, banjir bandang, dan lain-lain.

Beberapa komunitas pun mengatakan kiamat telah dekat.

Tiada yang pasti di semesta alam, hanyalah perubahan.

Alam semesta selalu berubah,

kalau kita berbicara tentang bumi ini, ia juga selalu berubah,

berubah entah karena makhluk penghuninya ataupun karena hukum alam sendiri.

Tsunami, peristiwa mengerikan yang pernah juga melanda negeri ini,

apakah artinya nyawa-nyawa yang melayang punya karma yang sama?

Mungkin saja. Mungkin pula karena hukum alam, terkadang hukum alam menunda hukum karma.

Jadi selain hukum tabur tunai juga terdapat hukum alam.

 

Seringkali dalam astronomi ditemukan terbentuknya bintang baru, atau hancurnya bintang.

Begitu pula bumi ini..mungkin jutaan tahun mendatang akan menjadi bagian dari dunia baru lagi..

Ya itu juga hukum alam.

 

Tubuh ini juga mengalami proses sesuai hukum alam.

Bahan-bahan pembentuk tubuh ini berasal dari alam, dan setelah kehancurannya akan kembali ke alam, mungkin akan ditemukan menjadi bagian pohon, sungai, awan, atau bagian lain dari manusia lainnya.

Jadi tubuh ini juga seumuran dengan bumi ini, itu bagian hukum alam.

Pernah tahu teknologi kloning? Secara luas teknologi ini ditentang oleh banyak orang beragama, loh kok? Silahkan berpikir sendiri.

Bukankah itu hanya teknologi?

Teknologi dari hasil mengamati alam, mengerti bagaimana alam bekerja..

Sama halnya ketika Copernicus menentang pendapat tentang bumi-sentris.

Mungkin bedanya cuma bahwa Copernicus tidak berjalan berseberangan dengan yang katanya konsep ketuhanan.

 

Alam semesta adalah sistem. Siapa pencipta sistem ini?

Apakah anda tahu pasti?.

Tapi sepanjang sejarah agama dari animisme, dinamisme, hingga sampai Teologis (masa ini)

menyatakan bahwa ada Yang Esa, Yang Tunggal, Penyebab Awal, yang disebut Kausa Prima.

Pentingkah hal ini selalu diperdebatkan? Kalau anda tahu lalu kenapa?

Bagi mereka yang tidak pernah mengenal Kausa Prima juga mengalami hukum alam atas jasmaninya dan hukum tabur tunai atas kesadarannya (penabur kebajikan akan menunai kebajikan, penabur kejahatan akan menunai kejahatan). .

Apakah dengan mengenal Kausa Prima kita pasti lebih baik dari mereka yang tidak mengenalnya?

Janganlah berbuat jahat, perbanyak kebajikan, sucikan hati dan pikiran, itu inti ajaran para Yang Sadar.

Jadilah orang baik sesuai agamamu itu sudah cukup.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s