Hukum Karma Vs Hukum Newton

Posted on

Hukum Newton I: Setiap benda akan tetap bergerak lurus beraturan atau tetap dalam keadaan diam jika tidak ada resultan gaya (F) yang bekerja pada benda itu.

Hukum Karma: Nasib sebagai akumulasi karma masa lalu bersifat tetap tanpa adanya resultan perbuatan (didasari kehendak bebas selama kehidupan) tindakan didasari cetana (keinginan). Yang akan terjadi pasti terjadi.

Hukum Newton II: Setiap benda akan tetap bergerak lurus berubah beraturan diberikan resultan gaya (F) pada benda itu. Percepatan akan berubah mengikuti banyaknya gaya yang diberikan pada benda.

Hukum Karma Nasib akan berubah menjadi lebih baik atau lebih buruk mengikuti banyaknya perbuatan (didasari kehendak bebas selama kehidupan). semakin banyak perbuatan baik semakin banyak potensi karma penghancur penderitaan, semakin banyak potensi karma buruk sebaliknya dapat menyebabkan terakumulasiinya potensi karma yang merusak nasib.

Hukum Newton III: Jika suatu benda mengerjakan gaya pada benda lain (benda kedua) maka benda kedua tersebut mengerjakan juga gaya pada benda pertama, yang besar gayanya = gaya yang diterima tetapi berlawanan arah. ( Gaya aksi= Gaya reaksi).

Hukum Karma Setiap akibat pasti memiliki sebab. Segala fenomena mengikuti hukum sebab akibat yang saling bergantungan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s